Showing posts with label Informasi Umum. Show all posts
Showing posts with label Informasi Umum. Show all posts
Pokémon Go

Pokémon Go



Perjalanan antara dunia nyata dan dunia maya Pokémon dengan Pokémon pergi untuk iPhone dan perangkat Android. Dengan Pokémon pergi, Anda akan menemukan Pokémon di seluruh dunia baru-Anda sendiri! Pokémon pergi dibangun di Niantic's Platform game dunia nyata dan akan menggunakan lokasi yang nyata untuk mendorong pemain untuk Cari jauh dan luas di dunia nyata untuk menemukan Pokémon. Pokémon pergi memungkinkan Anda untuk mencari dan menangkap lebih dari seratus spesies Pokémon ketika Anda menjelajahi lingkungan Anda.

Serial video game Pokémon telah menggunakan lokasi dunia nyata seperti wilayah Hokkaido dan Kanto Jepang, New York dan Paris sebagai inspirasi untuk pengaturan fantasi di mana permainan berlangsung. Di Pokémon pergi, dunia nyata akan pengaturan!

Dapatkan pada kaki Anda dan melangkah keluar untuk mencari dan menangkap Pokémon liar. Jelajahi kota-kota dan kota-kota di sekitar tempat Anda tinggal dan bahkan di seluruh dunia untuk menangkap Pokémon sebanyak yang Anda bisa. Ketika Anda bergerak di sekitar, smartphone Anda akan bergetar agar Anda tahu Anda sedang dekat Pokémon. Sekali Anda telah mengalami Pokémon, mengambil tujuan pada layar sentuh smartphone Anda dan melemparkan tertangkapnya untuk menangkapnya. Berhati-hatilah ketika Anda mencoba untuk menangkap, atau mungkin lari! Juga mencari PokéStops terletak di tempat-tempat menarik, seperti instalasi seni publik, spidol bersejarah dan monumen, mana Anda dapat mengoleksi lebih bola Poké dan item lainnya.

Menyesuaikan pelatih Anda

Ketika Anda pertama kali bermain Pokémon pergi, Anda akan mendapatkan untuk menyesuaikan tampilan pelatih Anda, memilih pakaian dan aksesoris untuk memberikan dia yang terlihat keren. Karakter kustom Anda akan muncul saat Anda bergerak di sekitar peta, dan juga pada halaman profil Anda. Plus, pemain lain akan melihat karakter Anda ketika mereka mengunjungi Gym Anda mengontrol.

Tambahkan ke Pokédex Anda

Di Pokémon pergi, Anda akan mendapatkan tingkat sebagai pelatih, dan pada tingkat yang lebih tinggi Anda akan mampu menangkap Pokémon yang lebih kuat untuk menyelesaikan Pokédex Anda. Anda juga akan memiliki akses ke barang-barang yang lebih kuat, seperti bola yang besar, untuk memberi Anda kesempatan yang lebih baik menangkap Pokémon. Menjaga menjelajahi dan menghadapi Pokémon untuk meningkatkan tingkat Anda!

Ada cara lain untuk menambahkan Pokémon ke Pokédex Anda, juga. Jika Anda menangkap spesies Pokémon yang sama cukup kali, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berkembang salah satu dari mereka! Dan ketika Anda menjelajahi, Anda mungkin menemukan Pokémon telur di PokéStops, yang akan menetas setelah Anda sudah berjalan jarak tertentu. Saat menetas, Anda mungkin menemukan Pokémon yang belum pernah Anda lihat sebelumnya!

Beberapa Pokémon liar akan muncul hanya di tempat-tempat tertentu di mana Anda tinggal atau di seluruh dunia. Sebagai contoh, beberapa Pokémon jenis air mungkin muncul hanya dekat dengan danau dan Samudra. Jika Anda jauh dari rumah, pastikan untuk tetap waspada untuk Pokémon Anda biasanya tidak akan menemukan!

Jika Anda menangkap spesies Pokémon yang sama cukup kali, Anda dapat berkembang salah satu dari mereka. Hal ini berguna untuk menangkap Pokémon Anda memiliki waktu sulit menemukan di alam liar. Sebagai contoh, jika ada sejumlah besar Poliwag di daerah Anda, tetapi tidak Poliwhirl dekat, menangkap banyak Poliwag untuk akhirnya mendapatkan kemampuan untuk memiliki salah satu dari mereka berevolusi menjadi Poliwhirl!

Bergabung dengan tim dan pertempuran

Pada titik tertentu dalam permainan, Anda akan diminta untuk bergabung dengan salah satu dari tiga tim. Setelah Anda bergabung tim, Anda akan mendapatkan kemampuan untuk menetapkan Pokémon Anda telah menangkap untuk membuka lokasi Gym atau ke Gym mana anggota tim telah ditetapkan Pokémon. Seperti PokéStops, Gyms dapat ditemukan di lokasi-lokasi yang nyata di dunia. Setiap pemain dapat menempatkan hanya satu Pokémon di Gym tertentu, sehingga Anda akan perlu bekerja sama dengan anggota lain dari tim Anda untuk membangun pertahanan yang kuat.

Jika tim telah mengklaim Gym, Anda dapat menantang dengan menggunakan Pokémon Anda telah menangkap untuk pertempuran Pokémon bertahan. Pertempuran menantang dan menyenangkan. Anda memilih yang Pokémon Anda akan bergabung dalam. Pokémon masing-masing memiliki dua serangan, dan juga dapat menghindari serangan Pokémon bertahan jika Anda menggesek kiri atau kanan. Jika Anda Pokémon memenangkan pertempuran, maka Gym Prestige dikurangi. Ketika Gym Prestige menurun hingga nol, tim bertahan kehilangan kendali gym dan Anda atau pemain lain kemudian dapat mengambil kendali itu dengan menetapkan Pokémon untuk membela itu.

Setelah tim Anda memiliki kontrol gym, anggota tim dapat meningkatkan prestise dan tingkat Gym dengan berjuang membela Pokémon. Ini pelatihan pertempuran melawan bantuan tim Anda sendiri Pokémon Anda tingkat atas juga. Seperti Gym sampai ke tingkat yang lebih tinggi, tim Anda dapat menetapkan lebih Pokémon untuk membela itu. Anda juga dapat bekerjasama dengan teman dan pertempuran di saingan Gym bersama-sama untuk mencatat Gyms lebih kuat lebih cepat.

Anda dapat mengatasi berbagai tantangan dalam kategori yang berbeda, seperti menangkap Pokémon dan eksplorasi. Dengan menyelesaikan tantangan ini, Anda akan membuka prestasi medali yang akan muncul di profil pemain. Cobalah yang terbaik untuk membuka sebanyak mungkin medali yang Anda bisa!

Pokémon Go ditambah

Perangkat portabel disebut Pokémon pergi Plus akan memungkinkan pemain Pokémon pergi untuk menikmati permainan bahkan ketika mereka sedang tidak melihat smartphone mereka. Perangkat terhubung ke smartphone melalui Bluetooth dan memberitahu pemain tentang peristiwa-peristiwa.
Free to Play

Pokémon pergi juga tersedia untuk di-download tanpa biaya di App Store dan Google Play. Pokémon pergi gratis untuk bermain, dengan banyak menyenangkan untuk melakukan sesuatu dan Pokémon untuk menemukan di setiap belokan. Untuk pemain yang ingin meningkatkan pengalaman mereka Pokémon pergi bahkan lebih, beberapa item dan fitur yang dapat diakses melalui in-app pembelian. Pemain dapat menghabiskan uang di PokéCoins, mata uang dalam game Pokémon pergi. PokéCoins kemudian dapat ditukar untuk power-up, item tambahan dan perangkat tambahan lain.

Foto menyenangkan

Ketika Anda menemukan Pokémon di alam liar, Anda dapat mengaktifkan fitur kamera, menempatkan Pokémon liar dalam adegan hidup mana kamera menghadap. Kemudian menangkap momen dengan kamera dalam game yang dapat Anda temukan di tas Anda. Berbaris tembakan Anda dan tekan tombol shutter untuk mengambil foto. Snapshot akan kemudian disimpan ke smartphone Anda foto untuk Anda untuk berbagi namun Anda ingin.

Musik oleh Junichi Masuda

Pokémon pergi akan menampilkan semua-baru musik disusun oleh GAME FREAK Junichi Masuda. Tn. Masuda telah bekerja pada permainan video Pokémon sejak awal dan memiliki lebih banyak lagu-lagu klasik dan mengesankan yang telah mengilhami penggemar selama beberapa dekade.
Cara Mendaftar atau Membuat Akun di 4shared

Cara Mendaftar atau Membuat Akun di 4shared

Bukalah halaman beranda 4shared
Kemudian isilah form pendaftaran yang ada di sebelah kanan. seperti yang tampak pada gambar




Setelah itu, klik  Daftar dan lengkapi lagi data anda ,lalu klik Buat Akun

 

Kemudian, akan muncul halaman berikut.
 

Bukalah akun email anda, buka email yang dikirim oleh 4shared, kemudian klik link verifikasinya











Sampai disini, kita sudah berhasil untuk membuat akun di 4 shared. Wassalam. Lebih dan kurang kita minta maaf
Fatwa MUI Merayakan Natal Bersama dan Pengucapannya

Fatwa MUI Merayakan Natal Bersama dan Pengucapannya


KEPUTUSAN KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA 
TENTANG
PERAYAAN NATAL BERSAMA DAN PENGUCAPANNYA
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah:
Memperhatikan:
1.      Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
2.      Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.
3.      Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.
Menimbang:
1.      Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
2.      Ummat Islam agar tidak mencampur adukkan aqiqah dan ibadahnya dengan aqiqah dan ibadah agama lain.
3.      Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.
4.      Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.
Meneliti kembali:
Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:
1.      Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:
1.      Al Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13: 
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kamu sekattan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
2.      Al Qur’an surat Luqman ayat 15:
“Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
3.      Al Qur’an surat Mumtahanah ayat 8: 
“Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
2.      Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqiqah dan peribadatan agamanya dengan aqiqah dan peribadatan agama lain berdasarkan :
1.      Al Qur’an surat Al-Kafirun ayat 1-6:
“Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.”
2.      Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 42: 
“Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersatukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Kita, kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
3.      Bahwa ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:
1.      Al Qur’an surat Maryam ayat 30-32: 
“Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibumu (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”
2.      Al Qur’an surat Al Maidah ayat 75: 
“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rosul yang sesungguhnya telah lahir sebelumnya beberapa Rosul dan ibunya seorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan(sebagai manusia). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”
3.      Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 285 : 
“Rasul (Muhammad telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman) semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasulnya dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
4.      Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa Al Masih itu anaknya, bahwa orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas: Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakan dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab “Tidak” : Hal itu berdasarkan atas :
1.      Al Qur’an surat Al Maidah ayat 72 : 
“Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Padahal Al Masih sendiri berkata : Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zhalim itu seorang penolong pun.”
2.      Al Qur’an surat Al Maidah ayat 73 : 
“Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.”
3.      Al Qur’an surat At Taubah ayat 30 : 
“Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka sampai berpaling.”
5.      Al Qur’an surat Al Maidah ayat 116-118 :
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah, Isa menjawab : Maha Suci Engkau (Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya, Engkau mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu : sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadapa mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan Jika Engkau mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”
6.      Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al Qur’an surat Al Ikhlas :
“Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun / sesuatu pun yang setara dengan Dia.”
7.      Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas :
1.      Hadits Nabi dari Nu’man bin Basyir : 
“Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati).”
2.      Kaidah Ushul Fiqih
“Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan).”
Memutuskan, Memfatwakan:
1.      Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.
2.      Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
3.      Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.
Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H/7 Maret 1981
KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua

(K.H. M. SYUKRI GHOZALI)

Sekretaris

(Drs. H. MAS’UDI)


Bencana Tsunami Aceh 2004 VS Tsunami Aceh 1907

Bencana Tsunami Aceh 2004 VS Tsunami Aceh 1907


Bencana alam tsunami Aceh yang terjadi pada tahun tanggal 26 desember 2004 atau 9 tahun yang lalu, bukanlah tsunami pertama yang melanda Aceh. Beberapa ratus tahun sebelumnya, Aceh pernah mengalami beberapa kali tsunami. Bencana alam Tsunami terakhir yang melanda Aceh adalah tsunami tahun 1907 di kepulauan Simeulue. Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menulis artikel tentang Tsunami Purba di Pulau Simeulue dan Gempa Bumi Purba di Sumatra, namun dalam artikel tersebut saya tidak membanding antar tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi. Pada kesempatan ini, dan untuk mengenang 9 Tahun perginya para suhada (sahabat, kolega, sodara dan teman), saya ingin sedikit mengulas tentang perbandingan antara Bencana Alam Tsunami Aceh 2004 dengan Bencana Alam Tsunami Aceh 1907.

Kekuatan Gempa Bumi Aceh
Kekuatan gempa bumi yang menjadi sumber tsunami Aceh 2004 dgn 1907 sangat berbeda. Bencana alam tsunami Aceh 2004 disebabkan oleh gempa bumi bawah laut yang berkuatan 9,15 Mw di kedalaman 30 km di bawah laut. Tsunami Aceh 4 Januari 1907 juga disebabkan oleh gempa bumi bawah namun kekuatan gempanya sekitar 7,6 Mw pada kedalaman 20 Km (Hiro Kanamori, dkk, 2010). Hiro Kanamori dan kawan-kawan juga mengatakan bawah bencana alam tsunami Aceh 1907 yang terjadi pada episenter  2.48 N dan 96.11 E, memiliki kekuatan hampir sama dengan gempa bumi Sumatra tanggal 2 November 2002, 2 Februari 2008, 6 April 2010 dan 9 Mei 2010. Keempat gempa bumi tersebut memiliki magnitudo yang hampir sama dengan gempa bumi Aceh 1907.
Seismogram gempa 1907 dan gempa 2002 yang terekam pada Seismometer Omori komponen Timur-Barat di Stasiun pengamat Osaka-Jepang (Sumber: H. Kanamori, L. Rivera and W.H.K. Lee, 2010)
Panjang Patahan Bawah Laut
Sumber Tsunami Aceh 1907, Tsunami 2004 dan Tsunami Nias 2005 (Sumber: H. Kanamori, L. Rivera and W.H.K. Lee, 2010)

Bencana alam tsunami Aceh 2004, merupakan tsunami dengan panjang rekahan terpanjang yang pernah tercatat dalam sejarah manusia.  
Panjang rekahan bawah laut yang menjadi sumber gempa bumi dan memicu tsunami lebih kurang 1600 km. Hiro Kanamori dan kawan-kawan dalam papernya “Historical seismograms for unravelling a mysterious earthquake: The 1907 Sumatra Earthquake” yang dipublikasi dalamGeophysical Journal International tahun 2010, tidak menyebutkan panjang rekahan yang menjadi penyebab tsunami 1907. Namun mereka hanya mengatakan bawah ada kesamaan antara tsunami 1907 dengan tsunami Nias 2005 dan gempa bumi 2 November 2002. Panjang rekahan tsunami 1907 tidak bisa dipastikan karena keterbatasan alat pada tahun tersebut. Studi deformasi dari mikroatoll mungkin bisa dilakukan untuk memperkirakan panjang rekahan gempa dan tsunami 1907.
Berdasarkan kesamaan tersebut mungkin kita bisa simpulkan bahwa Panjang rekahan tsunami Nias 2005 dan tsunami 1907 masih kalah apabila dibanding dengan tsunami 2004 namun perlu kita ingat bahwa tsunami 1907 melanda 950 km sepanjang garis pantai barat pulau Sumatra (Hiro Kanamori, dkk, 2010).
Tinggi Gelombang/Kekuatan Tsunami
Untuk kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, tsunami Aceh 2004 merupakan tsunami tertinggi dibandingkan dengan tsunami Aceh 1907. Namun untuk masyarakat kepulauan Simeulue Provinsi Aceh dan sekitarnya, tsunami Aceh 1907 lebih parah dibandingkan dengan tsunami 2004. Cerita Nenek Rukiyah dalam film dokumenter “Nyanyian 1907″  rasanya sudah cukup mengambarkan bagaimana dahsyatnya tsunami 1907 melanda kepulauan Simeulue. Bukti lain bahwa tsunami 1907 lebih kuat dibandingkan tsunami 2004 di Simeulue adalah adalah bongkahan koral yang terbawa oleh tsunami 1907 dan tsunami 2004. Kedua bongkahan koral ini memiliki ukuran yang sama, namun bongkahan koral yang terbawa oleh tsunami 1907/1861 terbawah lebih jauh dari bibir pantai dibandingkan dengan bongkahan yang terbawa oleh tsunami 2004.
Untuk melihat tsunami purba di Simeulue, pembaca bisa baca artikel di link ini http://www.ibnurusydy.com/paleo-tsunami-di-simeulue-aceh/ dan Gempa purba di Sumatra di link ini http://www.ibnurusydy.com/menelusuri-paleo-seismic-di-sumatra/

Kesiapsiagaan
Dalam hal kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam tsunami Aceh 1907 dan tsunami aceh 2004, masyarakat Aceh pesisir (Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Barat daya, Aceh Singkil dll) sangat tidak siap menghadapi kedua tsunami tersebut. Pembelajaran tsunami Aceh 1907 terputus informasinya sehingga tidak sampai ke generasi selanjutnya. Ketika bencana alam tsunami Aceh 2004 terjadi, banyak masyarakat Aceh pesisir yang menjadi korban.
Bagi masyarakat pulau Simeulue, ketika tsunami 1907 terjadi, banyak dari mereka yang menjadi korban karena mereka belum tahu apa itu tsunami. Namun kejadian tsunami 1907 ini menjadi titik awal masyarakat pulau Simeulue meneruskan pengetahuan dan kesiapsiagaan sehingga keluar istilah SMONG untuk tsunami. SMONG ini diteruskan dari generasi ke generasi sehingga ketika tsunami Aceh 2004 terjadi, masyarakat pulau Simeulue sudah sangat siap dan kurang dari 10 orang yang menjadi korban di pulau tersebut.
Semoga artikel Bencana Alam Tsunami Aceh 2004 VS Tsunami Aceh 1907 ini menjadi pengingat bagi kita bahwa bencana alam tsunami yang pernah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya.
Wassalam

Sumber: Ibnu Rusydy Posted on December 16, 2013
Jejak berulangnya Stunami di Aceh

Jejak berulangnya Stunami di Aceh

Oleh Ahmad Arif

KOMPAS.com - Ingatan pendek adalah musuh utama kesiapsiagaan. Sepuluh tahun setelah tsunami Aceh, ingatan terhadap tragedi itu semakin pudar. Rumah-rumah baru dibangun di tapak bencana. Padahal, jejak di dalam lapisan tanah yang digali dari sejumlah lokasi di Aceh merekam informasi tentang tsunami yang berulang kali melanda kawasan ini.

Awalnya adalah gempa berkekuatan M 9,3 yang melanda, Minggu, 26 Desember 2004, semenit sebelum pukul 09.00. Setengah jam kemudian, tsunami berketinggian hingga 35 meter yang menyapu Banda Aceh dan kota-kota lain di pesisir barat Pulau Sumatera, menewaskan 160.000 orang.

Tsunami ini adalah yang paling mematikan dalam catatan sejarah. Data dari Intergovernmental Oceanographic Commision (1999) dan National Geophysical Data Center serta World Data Center for Solid Earth Geophysics (2007) menyebut, tragedi Aceh adalah rajapati tsunami yang menewaskan 228.432 jiwa, disusul tsunami Taiwan pada 22 Mei 1782 yang menelan 50.000 korban jiwa, diikuti tsunami saat Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 dengan korban 36.417 jiwa.

Selain melanda Indonesia, tsunami pada 2004 itu menjalar di 21 negara lain di sepanjang Samudra Hindia. Namun, sebagian besar korban adalah warga Aceh yang awam soal tsunami. Hingga sebelum 2004, orang Aceh tak memiliki memori tentang tsunami.

Berada 260 kilometer dari pusat gempa, Banda Aceh adalah kota tua di tepi Samudra Hindia. Kota itu dipadati 177.881 orang yang sebagian besar bermukim di pantai. Selama 30 tahun, Aceh berada dalam dekapan konflik. Suara bedil dan bom bukan bunyi asing bagi warga. Maka, ketika suara serupa ledakan terdengar setelah gempa pagi itu, orang-orang di Banda Aceh mengira genderang perang kembali ditabuh. Mereka sama sekali tak mengira laut bisa menyerbu hingga jauh ke daratan.

”Bunyi ledakan setelah gempa, kami kira karena ada perang. Kami tak tahu soal tsunami. Bahkan, saat saya naik motor sambil teriak ada air naik, tak ada orang yang percaya,” kisah Muchtar (55), mantan Kepala Dusun Monsinget, Desa Kajhue, Aceh Besar. Muchtar kehilangan satu anaknya dalam tsunami ini.

Selain melenyapkan anak bungsunya, tsunami menewaskan 13 anggota keluarga besar Muchtar. Sebelum tsunami, jumlah warga Monsinget mencapai 2.238 jiwa. Setelah petaka, jumlahnya menyusut hingga tinggal 370 jiwa.

Namun, hanya tiga bulan di pengungsian, dia akhirnya kembali berhuni di bekas rumah lamanya. Rumah itu hanya sejarak 800 meter dari tepi laut. Seperti kebanyakan warga Aceh, Muchtar memilih pulang ke kampung halaman. ”Hanya sedikit korban selamat yang tidak mau kembali. Hampir semuanya kembali ke sini,” kata Muchtar. ”Sekarang, jumlah penduduk di Monsinget sudah sama seperti sebelum tsunami.”

Penduduk Aceh memang pulih cepat. Misalnya, di Banda Aceh, sebelum tsunami 2004, jumlah penduduk 239.146 jiwa. Sebanyak 61.265 penduduknya tewas atau hilang saat tsunami atau tinggal 177.881 orang pada 2005. Survei tahun 2013, jumlah warga Aceh sudah 249.282 orang. Sebagian besar kembali bermukim di tepi pantai. Mereka meyakini, tsunami tak akan kembali datang untuk kedua kali. ”Bisul tak akan tumbuh di tempat sama dua kali. Lagi pula, kalau ada tsunami lagi, jika sudah takdir, ke mana pun akan mati,” katanya.

Jejak geologi

Ketika masyarakat mulai lupa dengan tragedi itu, para ilmuwan mulai menemukan bukti-bukti bahwa tsunami 2004 hanya perulangan dari kejadian lalu. Dengan melacak deposit tsunami di Meulaboh, Aceh Barat, dan Pulau Phra Thong, Thailand, dua tim peneliti menemukan, dalam kurun 1.000 tahun terakhir, kawasan Samudra Hindia pernah dilanda dua tsunami raksasa sebesar 26 Desember 2004.

Tujuh peneliti menggali deposit tsunami di Phra Thong. Adapun peneliti yang melakukan penggalian di Meulaboh adalah Katrin Monecke, Willi Finger, David Klarer, Widjo Kongko, Brian G McAdoo, Andrew L Moore, dan Sam U Sudrajat. Tim yang menggali di Phra Thong menemukan jejak tsunami raksasa terjadi sekitar tahun 1300-1450, sementara tim di Meulaboh menemukan jejak tsunami pada 1290-1400. Mereka juga menemukan tsunami terjadi dalam kurun 780-900. Hasil riset kedua tim yang bekerja terpisah itu dipublikasikan di majalah Nature Vol 455 edisi 30 Oktober 2008.

Belakangan, penggalian lapisan lantai goa di kawasan Lhong, Aceh Besar, oleh peneliti dari Singapore Earth Observatory, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan peneliti Universitas Syiah Kuala menemukan jejak tsunami yang diduga menghancurkan peradaban Aceh pada masa lalu. ”Dari penanggalan lapisan tanah di reruntuhan benteng di Lamreh, Kecamatan Krueng Raya, Aceh Besar, kami menemukan dua pelapisan tsunami. Jejak pertama berasal dari tsunami yang terjadi akhir tahun 1300 dan satu lagi pertengahan 1450,” kata Nazli Ismail, pengajar Jurusan Fisika Universitas Syiah Kuala, yang turut dalam penelitian itu.

Tim itu juga menemukan jejak tsunami hebat berulang kali melanda pantai Aceh. Di Lhok Cut dan Ujung Batee Kapal, Kecamatan Mesjid Raya, Nazli dan tim menemukan sisa bangunan kuno terkubur pasir hingga kedalaman 380 sentimeter, keramik-keramik, dan sumur kuno. ”Di setiap temuan artefak, ada lapisan endapan tsunami,” kata Nazli.

Jejak peradaban yang terkubur deposit tsunami itu diperkirakan sisa peninggalan Kerajaan Lamuri yang pernah ada di Aceh sekitar abad ke-9. Lamuri sebagai salah satu pusat peradaban pada masa lalu kerap disebut beberapa sumber, misalnya naskah Kertagama Prapanca. Kerajaan itu disebut Ramni oleh literatur Arab, Lanpoli oleh Ma Huan dari Tiongkok, dan Lambry oleh Tome Pires.

Lamuri kerap disejajarkan dengan bandar-bandar perdagangan terkenal di Asia Tenggara, seperti Barus, Singkil, serta belakangan dengan Tumasik (Singapura) dan Malaka. Berbeda dengan nama-nama kota kuno lain yang masih ada meski kondisinya telah meredup, seperti kota Barus dan Singkil, nama Lamuri sebagai kota lenyap dalam khazanah modern. Kota itu nyaris tak meninggalkan jejak, selain sejumlah benteng dan nisan kuno tanpa nama yang tersebar di sekitar Lamreh.

Bisa berulang

Sementara dari goa di Pantai Lhong, Aceh Besar, ditemukan setidaknya 10 jejak tsunami. ”Beberapa lapisan tsunami hebat yang kami identifikasi dari lapisan tanah di goa itu berasal dari tsunami 2004, tsunami sekitar 2.800 tahun lalu, 3.300 tahun lalu, 5.400 tahun lalu, dan 7.500 tahun lalu,” kata Nazli.

Gegar Prasetya, peneliti tsunami dari Amalgamated Solution and Research, mengatakan, jejak keberulangan tsunami yang terekam di goa itu harus menjadi peringatan serius. ”Data paleotsunami di goa yang ditemukan di Aceh terlihat, ada siklus tsunami besar yang datang berdekatan. Bahkan, ada yang jaraknya hanya 10 tahunan dari segmen beda,” katanya.

Dengan data itu, Gegar menyimpulkan, tsunami bisa saja berulang di Aceh dalam era kita, dengan skala yang bahkan lebih besar lagi. ”Baru-baru ini saya juga ditunjukkan data dari Mas Danny Hilman (ahli gempa LIPI), adanya akumulasi slip di belakang Pulau Simeulue sampai Meulaboh yang belum lepas energinya. Couplet earthquake atau gempa besar yang terjadi berdekatan bisa terjadi di zona subduksi sekitar Aceh,” ujarnya.

Kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa berikutnya bakal terjadi hingga kini masih misteri. Belum ada teknologi yang dapat meramalkan. Maka, kesiapsiagaan menghadapi bencana paling mematikan dalam sejarah manusia modern itu tak boleh mengenal jeda. Jika kenangan hanya seumur jagung, jejak tsunami di lapisan tanah bisa tersimpan hingga ribuan tahun.
Perbedaan Khutbah Jum’at dan Hari Raya

Perbedaan Khutbah Jum’at dan Hari Raya

Sebenarnya dari segi rukun, tidak ada perbedaan antara khutbah hari raya dengan khutbah jumat. Namun dari segi syarat, harus diakui bahwa khutbah dua hari raya memang agak berbeda ketentuannya dengan khutbah Jumat. Kalau dilihat dari syaratnya, khutbah dua hari raya memang lebih ringan dan lebih mudah dibandingkan khutbah Jumat.
Para ulama telah menuliskan beberapa perbedaan kedua jenis khutbah itu di dalam banyak kitab fiqih. Antara lain yang kita kutip dari kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu jilid 2 halaman 1403 karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.
Sholat jum’at Ulama bersepakat bahwa shalat jum’at harus didahului oleh khutbah, shalat jum’at tidak shah tanpanya. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt  :  “Maka bersegeralah kamu mengingat Allah.” (Al Jumu’ah:9).
Makna ‘mengingat’ pada ayat diatas adalah khutbah, karena Nabi Saw tidak pernah mengerjakan shalat jum’at kecuali berkhutbah sebelumnya.
Sedangkan khutbah dua hari raya dilakukan setelah shalat. Dalilnya adalah sebagai berikut: Dari Ibnu Umar ra berkata, "Sesungguhnya nabi SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman (ridhwanullahi ‘alaihim) melakukan shalat ‘Ied sebelum berkhutbah. (HR Bukhari dan Muslim). Bahkan jumhur ulama selain Al-Hanafiyah mengatakan bila khutbah dilakukan terlebih dahulu dari shalatnya, maka hukumnya tidak sah. Dalam kasus itu, disunnahkan untuk mengulangi khutbah setelah shalat.
Sunnah di dalam khutbah dua hari raya adalah memulai dengan takbir, sedangkan pada shalat jumat, khutbah dibuka dengan ucapan hamdalah. Menurut jumhur ulama, pada khutbah yang pertama, disunnahkan untuk mengucapkan takbir 9 kali berturut-turut dan pada khutbah yang kedua sebanyak 7 kali berturut-turut.
Dalilnya adalah hadits berikut ini:
Dari Said bin Mansur bin Ubaidillah bin ‘Atabah berkata, "Imam bertakbir 9 kali pada dua hari raya sebelum berkhutbah dan 7 kali pada khutbah yang kedua.

Sedangkan shalat Jumat tidak didahului dengan takbir melainkan dengan mengucapkan hamdalah. Dan mengucapkan hamdalah  termasuk rukun yang bila ditinggalkan menjadi tidak sah menurut Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah. Namun hamdalah hukumnya sunnah menurut Al-Hanafiyah serta mandub menurut Al-Malikiyah.

Di dalam khutbah dua hari raya, khatib tidak disunnahkan untuk duduk begitu naik ke atas mimbar. Khatib langsung mulai khutbahnya tanpa ada sunnah untuk duduk sebentar seperti pada khutbah jumat.  Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam khutbah jumat, begitu khatib naik mimbar dan mengucapkan salam kepada jamaah, disunnahkan untuk duduk sebentar dan muadzdzir mengumandangkan adzan.
Sedangkan khutbah dua hari raya, begitu naik mimbar, maka langsung saja membacakan khutban, tidak ada sunnah untuk duduk sebentar seperti dalam khutbah Jumat. Dalam menyampaikan khutbah dua hari raya, tidak ada syarat bagi khatib untuk suci dari hadats seperti dalam khutbah Jumat, sehingga dibolehkan menyampaikan khutbah meski tidak dalam keadaan suci.
Sehingga misalnya khatib sedang khutbah dua hari raya, lalu karena satu dan lain hal, tiba-tiba wudhu’-nya batal, maka dia boleh meneruskan khutbahnya. Berbeda dengan khutbah Jumat, bila khatib batal wudhu’-nya karena satu dan lain hal, maka dia harus berwudhu’ lagi. Karena syarat sah khutbah Jumat adalah suci dari hadats kecil (dan besar tentunya).
Berwudhu’ atau suci dari hadats khutbah dua hari raya hukumnya sunnah, bukan wajib atau syarat sah.

Khutbah dua hari raya tidak disyaratkan terdiri dari dua khutbah. Sedangkan khutbah jumat diharuskan terdiri dari dua khutbah. Namun jumhur ulama tetap mengatakan bahwa meski tidak disyaratkan, namun hukumnya tetap sunnah untuk menjadikan khutbah dua hari raya terdiri dari 2 khutbah. Juga tidak disyaratkan untuk duduk sejenak di antara dua khutbah. Hukumnya bukan rukun atau kewajiban, namun hukumnya adalah sunnah untuk duduk di antara dua khutbah seperti layaknya khutbah Jumat. Sedangkan di dalam khutbah Jumat, duduk di antara dua khutbah diharuskan.
Hukum Cambuk tidak Melanggar (HAM)

Hukum Cambuk tidak Melanggar (HAM)


Menurut Saifuddin Bantasyam Pakar Hukum Internasional dan HAM Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menegaskan, penerapan Qanun Jinayah di Aceh tidak bertentangan dengan Hak Asasi Manuasia (HAM). Penilaian bahwa qanun tersebut melanggar HAM, menurut dia hanyalah sebuah perspektif (cara pandang) yang tak perlu dipermasalahkan.

Mengutip Serambi Indonesia Jumat (24/10/2014), “Dalam konteks legal-normatif, qanun itu sah berlaku di Indonesia secara prosedur dan substansi, karena telah melalui proses pembuatan yang benar dan telah melalui tahapan evaluasi dari Pemerintah Pusat,” kata Saifuddin dalam Focus Group Disccusion (FGD) yang berlangsung di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Kamis (23/10/2014).
Saifuddin mencontohkan tentang sanksi hukuman cambuk. Dijelaskan, apabila sanksi tersebut dianggap bertentangan dengan Konvensi Menentang Penyiksaan, maka pengiat HAM harus mengetahui bahwa rasa sakit dan penderitaan dalam kovensi ada pengecualian.

“Rasa sakit dan penderitaan dalam konvensi dikecualikan jika muncul dari atau karena sanksi hukum yang dilaksanakan dengan benar dan adil, berdasarkan bukti-bukti yang cukup disertai dengan penghormatan terhadap hak-hak terdakwa,” terang Ketua Pusat Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik Unsyiah, ini. Menurutnya, perlakuan kejam, tidak manusia dan merendahkan martabat manusia, tidak didefinisikan oleh konvensi, sehingga muncul perbedaan pandangan. Namun dalam ‘general comment’ terhadap konvensi tersebut, disebutkan hukuman-hukuman yang sifatnya menyiksa badan tidak dijadikan pilihan.

Sementara dalam diskursus HAM, berkembanganya imbauan agar konteks lokal bisa diserap tanpa mengorbankan ukuran-ukuran yang universal. Mungkin, sebut Saifuddin, hal inilah yang selama ini dikaitkan bahwa cambuk melanggar HAM. Jadi lebih kepada sebuah perspektif dibanding kepada aspek prosedural dan legal-normatif.
“Kalau ada pihak-pihak yang tidak setuju dan tetap beranggapan ini bertentangan dengan HAM, silakan melakukan judicial review (uji materi). Ini akan menarik. Bagian mananya yang melanggar HAM,” ucapnya.

Dosen Fakultas Hukum ini justeru lebih mengkhawatirkan tidak terlaksananya Qanun Jinayah dan kemungkinan terjadinya ketidakadilan dalam pelaksanaannya dibanding statemen yang mempertentangkan dengan HAM. Di sisi lain, sambungnya, upaya melabelkan ajaran Islam bertentangan dengan HAM sudah terjadi sejak lama, khususnya di negara-negara barat. Bahkan sejumlah pakar di barat mengatakan bahwa HAM tak eksis di dalam Islam.

“Menurut saya ini adalah sebuah klaim yang sangat tidak berdasar, dan muncul lebih karena phobia (ketakutan berlebihan) terhadap Islam. Tidak adanya pengakuan bahwa Islam berkontribusi bagi HAM, karena barat melihat HAM secara berbeda dengan orang Islam melihat HAM,” ungkapnya.
HAM dalam versi Barat ujarnya, bersifat antroposentrisme yang menekankan kepada hak individu dan melepaskan manusia dari settingnya yang terpisah dengan Tuhan. Sedangkan dalam Islam, HAM bersifat theosentris yang memiliki sifat ketuhanan. “Dalam pengertian demikian, manusia bekerja sesuai dengan kesadaran dan kepatuhan kepada Allah, dan bahwa HAM adalah anugerah Tuhan, dan setiap orang bertanggungjawab terhadap Tuhan,” ulas dia.

Semenatara itu, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Dr Syamsul Rijal Sys MAg, menambahkan, isu yang selama ini dikontradiksikan selalu dibungkus dengan persoalan Muslim dan nonmuslim seperti yang disebutkan pada Pasal 5 poin b dan c Qanun Jinayah.

Dalam butir b berbunyi, Setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan jarimah (kejahatan) di Aceh bersama-sama dengan orang Islam dan memilih serta menundukkan diri secara sukarela pada hukum jinayat. Sementara itu, butir c berbunyi, Setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan perbuatan jarimah di Aceh yang tidak diatur dalam KUHP atau ketentuan pidana di luar KUHP, tetapi diatur dalam qanun ini. “Pasal ini yang kemudian diyakini melanggar HAM. Saya tidak tahu dimana melanggarnya,” katanya.

Begitu juga dengan proses pemberlakuan cambuk terhadap pelanggar qanun. Syamsul mengatakan para pengkritik yang mengatasnamakan HAM tidak pernah mendiskusikan perihal itu sehingga dinilai mengerikan. Sementara kekerasan lain yang terjadi diluar Aceh, bahkan Indonesia, tidak dinilai melanggar HAM. “Mungkin karena qanun ini baru, kemudian isu ini digiring kemana-mana,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Ar Raniry, ini.

Sedangkan Ustaz Masrul Aidil Lc menilai saat ini banyak orang salah menafsirkan penerapan hukum Islam. Menurutnya, persoalan itu dikarenakan orang tersebut hanya melihat aplikasi dari hukum tersebut, namun tidak membaca dan mempelajari undang-undangnya. “Dalam Islam rata-rata hukuman terlihat ngeri bagi yang melihat, tetapi nikmat bagi orang yang menjalaninya. Sedangkan hukum barat, enak dilihat namun berat bagi yang menjalaninya,” demikian terangnya.


FGD terselenggara atas kerja sama Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dengan Kesbangpol & Linmas Aceh. Peserta yang hadir di antaranya, Wakil Rektor UIN Aceh, Dr Syamsul Rijal Sys MAg; Pimpinan Dayah Markaz Al-Ishlah, Tgk H Tu Bulqaini; Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keueng, Ustaz Masrul Aidil Lc; Aktivis LSM, Juanda Djamal; dan sejumlah wartawan. Diskusi dipandu oleh Hasan Basri M Nur. [arrahmah/www.tribunislam.com]